Kumpulan Puisi Remaja Tentang Kehidupan Asmara dan Percintaan
PUISI LOKAL - Semangat pagi Sahabat "Penikmat Puisi" dimana saja kamu berada, semoga selalu dalam keadaan terbaik yaa... Puisi Remaja tentang Cinta dan Kehidupan Asmara. Lama nih gak posting tentang puisi lagi karena banyak urusan kerjaan. Baru kali ini nih terbersit buat nambah lagi koleksi kumpulan puisi lokal di blog kesayangan ini.

Sebagai penawar rindu akan manisnya kata-kata puisi karya teman-teman pujangga, maka dibawah ini saya coba posting beberapa judul puisi cinta remaja masa kini.. Istilah kerennya puisi jaman now...
Kumpulan Puisi Remaja Tentang Cinta da Kehidupan Asmara
A LETTER TO A FRIEND
Karya: Ahmad Syafii
It’s always hurt to see you cry
To see tears falling like rain from the sky
And there’s no answer for why
I never question myself, I never try
It’s always hurt to know there’s nothing I can do
And fact that I don’t even know what to do
It’s so sad but so true
Feels like the color blue
Someday we’ll see we were wrong
And then we realize the day has done
Time won’t turn back, it’s no use to regret
It’s not easy to say good bye, but someway we have to try
Sometimes it’s hurt to remember
About the days we had together
And a piece of heart inside me
Carved with your smile, you can see…
It was the day when I used to care
Think about you, anytime, anywhere
The day when I used to drive you home
When the night was so cold and you were alone
That’s just history, saved properly in my memory
Now we are so far and so different, and yet so silent….
No voices when you say, just few words on my display
That’s OK. Thanks anyway….
PS. I’m sad about the problem you had
But don’t worry my friend,
I’ll be the man when you look behind
LIHAT AKU
Karya : Sheila Adelia
Kita bukan siapa-siapa
Dan harus menjadi siapa-siapa
Berapa lama lagi
Aku selalu melihatmu dan bersembunyi
Jendela itulah yang saat itu kau lihat
Aku berdiri menunggumu
Malam, siang, pagi
Apakah pantas ini disebut ingatan
Yang kau lihat bahkan tak pernah kau panggil
Maaf tapi aku tidak pernah menyerah
Kau bertanya puisi kah ini?
Bagiku ini hanyalah kalimat biasa
Kau baca dan kemudian kau hapus
Seperti halnya puisi-puisi yang ingin kau dengar
Bandar lampung, 11 Maret 2016
KUTIPAN
Karya : Sheila Adelia
Wanita dengan kakinya
Pria dengan kepalanya
Tidak kah semua itu sama?
Saat ia berdiri di bawah pohon waru
Dapatkah orang lain merasakannya?
Dia mengatakan jika kita akan bertemu
Bisakah kita menjadi kenangan?
Itu semua adalah pertanyaan
Yang harusnya kau jawab
Agar tak ada lagi tanya
Semoga kau menuliskannya
Bandar lampung, 11 Maret 2016
LAILATUL IZZA
Karya: Seseorang
Berawal dari hasrat berkenalan
Delegasi karib hampiri sapa malu-malu
Tak tahu menahu jati diri sebenarnya
Asing gelisah resah yang akan terjadi
Gentar tatkala akan dekati
Tangan menghadang antipasti derita
Tajam rambutnya papak hitam
Sipit matanya dalam menerjang
Legam kulitnya kilat pesona
Tinggi semampai postur perkasa
Lelaki penduduk kursi panjang
Semenjak dikejauhan memusatkan pandangan
Menjadikan tindak harus berada sikap sempurna
Tatapan berbeda isyaratkan sebuah makna
Imajinasi terbang angkasa salami lembah samudera
Pikiran kacau semburat tak karuan
Gelombang rasa luar biasa
Akibat lemparan senyum melalui bibir manisnya
Sukma mustahil ku setir terkagum pancaran aura
Anugerah kasih mengalir begitu saja
Menebarkan benih pada insan kesepian
Kini perasaan nyata terpaut hatinya
Rinai gerimis basahi jemari
Mengendap curi secercah perhatian
Berlari mengejar seribu cara
Terjebak lingkaran membius dorongan jiwa
Pertikaian batin menghasilkan jalan kesadaran
Penantian harap pupus merangkak pergi
Pandangan serta tatapan kembali asli
Terkenang cerita tak miliki awal dan akhir
Kusudahi cinta menerka-nerka
BERBURU WAKTU
Karya : Sheila Adelia
Dimana adanya tempat untuk kita saling merasa?
Dalam naungan yang terus bergelora
Aku mencarinya
Tempat dimana malamku bersembunyi
Disinikah harus ku bersandar?
Kepada senja yang iba
Katakan!
Kepada siapa harus ku persalahkan
Cinta, cita, dan tangis ku
Kini aku beusaha menatap langit
Agar dia tahu jika aku salah satunya
Tempat kau menunggu
Bandar lampung, 11 Maret 2016
JATUH CINTA
Karya: Seseorang
Tak ku sadari rasa itu tumbuh
Semakin lama
Semakin ku rasakan
Ada getaran dihatiku
Saatku dekat dengannya
Ada pancaran indah
Di dirinya
Saat ku tatap matanya
Apakah maksud semua ini
Apakah aku jatuh cinta?
Apakah dia mendengarkan
Dan merasakan suara hatiku
Suara hatiku berkata
Aku cinta dia
Akankah cinta ini terjadi
Seiring berjalannya waktu
Hingga saling bersama
Jalani hidup bahagia
Buat hari hariku
Lebih indah dan terkenang
Hidup dalam
Pelangi kebahagiaan
BACA: Koleksi Puisi Terbaik Karya Sapardi Djoko
MERAIH MIMPI
Oleh:Nastrid Khairunnisa
Kugoreskan tinta lewat lembaran-lembaran cerita
Penuh makna dan sangat berharga
Tersirat sebuah harapan besar
Terukir indah semasa remaja
Kelak kan kujelajahi seisi dunia
Demi meraih segala mimpi
Walau penuh dengan segala romantika
Takkan gentar kulawan semua
Lewat untaian doa
Kan kusingkirkan semua keluh kesah
Agar tercapainya cita-cita
Demi bahagia orang tua
Binjai, 11 maret 2016
CINTA INI UNTUK SIAPA
Karya: Abdul Mun'in
Hati ini sungguh bingung sekali
Ingin ungkapkan tapi ragu-ragu
Bilamana cinta ingin memilih dengan nyali
Pilih antara Tuhan atau manusia berdagu.
MALAIKAT PEMBOHONG
Karya: Kukuh Bangun Sudrajat
Sepi, tapi kurindukan
Suasana sendirian tanpa kegelisahan dan kesunyian memuncakkan ketenangan
Hanya... tidak ada kebaikan di dalam dan dirasakan
Melepasnya, bukan pilihan
Hanya saja, lebih dari menakutkan
Ungkap kata kebersamaan, cakap cerita kehangatan, dan rasa tak tentu tentang sentuhan
Lengah bukan alasan tuk tertangkap keindahan
Tak suka, tak cinta, tak perlu pengorbanan
Sesal saja, asa selanjutnya dalam pembaringan
Mematung memandangnya, kuasaku bergelimpangan...
Porak poranda, seluruh keyakinan yang kucipta sejak telah terlupakan...
Rasa – rasa kenikmatan senyuman, senyumku, dan caranya merasakan...
Gejolak amarah hati, menghantui tiap gerak mata pada lekuk aura gemerlapan
Dia mendobrak batas kesengsaran yang kuciptakan
Dia melayang terbang menguasai kurungan kenikmatan
Dia sedekat ketakutan ancaman tak tertahankan
Aku sudah telak terkalahkan
Kehangatan jemarinya, menjalin ikatan tak terlepaskan...
Tiap jariku menyerah lelah pada perbudakan,
Yang dia rencanakan, dia inginkan...
Memilikiku hinggap dalam pelukan
Menyerah lelah, sudah tak terselamatkan
Jatuh, mengaduh, tanpa harapan
Pada rasa tak tentu tentang percintaan.
DIRIMU UNTUKKU
Karya : Prasetyo Hari P
Kau adalah anugerah terindahku
Kau adalah malaikat hidupku
Kau adalah pangeran tuk diriku
Kau adalah harta termahalku
Ku tak ingin menyakitimu
Ku tak ingin menderitakanmu
Ku tak ingin ada kesedihan dalam hidupmu
ku hanya ingin terus disampingmu
Bayangmu tak pernah lepas dariku
Dirimu slalu menyinari hidupku
Kau berikan kata-kata indah
Yang membuatku lebih baik
Jika ini detik terakhirku
Ku ingin ada dalam pelukmu
Dan dengan lembut ku katakan
Jangan bersedih sayang, ku kan terus bersamamu
Menemani hidupmu dalam duka
Dan mengubahnya menjadi senyum bahagia
BACA: Antologi Puisi
HATI YANG TERPILIH
Karya : Prasetyo Hari P
Tertulis nama di hati
sentuh rasa tertanam di jiwa
tak kuduga jadi begini
dalam ucap kuandalkan rasa
rasa cintaku dalam benciku
Sesungguhnya aku masih cinta
sesungguhnya aku masih sayang
yang terjadi dalam cinta kita
karna angkuh hati
Hanya aku yang persis merasa
bunga cinta masih harap cemas
walau ada yang lain tlah hadir
hatimu yang terpilih
Jika hati boleh memilih
ingin ku sapa dirimu di hati
Akhir kisah apa terjadi
hanya hati kita yang menjawab
SAKIT HATI
Karya: No Name
Yap Sakit Hati....
Rasanya bagaikan ditusuk ribuan babmu runcing secara bersamaan tepat di hati
Bagaikan sebilah pisau yang membelah hati ini dengan kejam
Bagaikan dipukul dengan balok kayu
Sakit dan sakit yang kita rasakan
Kita merasakan sakit hati bukan hanya dari kekasih
Sakit hati bisa disebabkan oleh keluarga, teman, pacar bahkan sahabat
Hanya kita yang dapat merasakian sakit ini
Hanya kita yang dapat mengobati rasa sakit ini
Hanya kita yang dapat menahan rasa sakit ini
Jika ada seorang perempuan menangis
Bukan berarti perempuan itu cengeng
Tetapi perempuan itu sudah begitu tegar
Tegar menghadapi semua masalah yang ada di depan matanya
SAHABAT
Karya: No Name
Tak ada kata sebening MUTIARA
Tak ada kasih sayang selembut KAIN SUTRA
Tak ada katulusan secerah MATAHARI
YAP!!
Sahabat bukan sampah yang dapat DIDAUR ULANG
Sahabat bukan matematika yang harus DIHITUNG
Sahabat bukan biologi yang harus DIINGAT
Sahabat bukan Pkn yang di dasari oleh Undang Undang
Sahabat adalah SEJARAH yang dapat selalu dikenang
Walau kalian telah terpisan oleh maut tetapi sejarah akan terus terkenang ;)
SO?
Sahabat adalah sebuah BERLIAN yang harus di jaga
Sahabat adalah anugrah terindah dari Tuhan
Sahabat Sejati tak akan dapat terpisahkan
PUJANGGA KELABU
Karya: No Name
Ini wajah penuh bayang
Bayang akan gelapnya malam
Disaat kujejaki jalan berdua
Bersama penyesalan akan cerita
Kesalahanku sebelumnya
Membuatku tak menentu
Tak harap nyalkan api kehidupan
Menyalakan percikpun jadi mimpi
Sajak ini kubuat untukku mneyesal
Menyesal akan ceritaku
Di masa yang sulitSulit dalam segala hal
Kukatakan jua bersama ini
Penyesalan diri
Teringat pula bayangan cerah
Cerah di depan mata
Memandangi itu dengan segan
Dengan penuh harap kacau
Mengacau karena tak tau
Tentang perjalanan di belakangku
Hanya kulihat depan jalannya saja
Tak urung ku selalu merenung
Nasib pujangga kelabu
Oke... Itulah beberapa judul Puisi Remaja Tentang Cinta dan Kehidupan Asmara yang bisa disajikan pada kesempatan kali ini. Besok atau lusa akan ada postingan puisi keren lainnya dari Puisi Lokal untuk kamu-kamu semua. Jadi, jangan lewatkan untuk mengikuti blog ini agar mendapat update puisi-puisi keren karya penulis lokal, pastinya secara GRATIS!!... Jika kamu suka postingan ini, jangan lupa share ke media sosial favorit kamu dan kasih komentar di bawah yaa...